Minggu, 23 Oktober 2016
15 Muharram 1428 H
Senin, 17 Oktober 2016
14 Muharram 1438 H
😉Inilah arti abjad A sd Z :
A llah
B eri kita hidup
C uma seketika
D i dunia ini...
E lok kita muhasabah
F ikir akan akhir hayat
G erbang akhirat pun
H ampir tiba
I nilah hakikat hidup
J anji Allah itu pasti
K alimat syahadat
L ailaha Illallah
MuhammadurRasulullah
N ak di ucap tak pasti
O rang muda atau tua
P asti merasakan mati
Q ualiti Iman jaminan syurga
R asulullah s.a.w sabda :
S iapa ucap jaminannya syurga
T api..jika gagal...
U ntuk mereka adalah neraka
V isi kita adalah akhirat
W alaupun dunia didepan kita
Y ang pasti semua akan tinggal...
Z alimnya kita jika tak ada Iman dan Amal.
Jangan disimpan utk diri sndiri tapi bagikan kepada orang lain
Sabtu, 15 Oktober 2016
Waspadai 5 Langkah Liberalisasi Agama Islam
Kaum Sepilis (sekuler, pluralis, dan liberalis) telah gencar menyebarkan propaganda yang nampak Islami. Berikut aneka PROPAGANDA LIBERAL dan jawaban kontra-logika sesat terkait.
1. PROPAGANDA SHALAT
“Buat apa SHALAT kalau riya’ tidak ikhlas, karena tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lebih baik bersihkan hati dulu, nanti kalau sudah ikhlas tidak riya’, maka baru Shalat agar diterima oleh Allah SWT.”
TARGET :
Kalimat ini bertujuan untuk pembenaran meninggalkan Shalat dengan “dalih” pembersihan hati dulu.
JAWAB :
Wajib Shalat walau masih riya’ belum ikhlas, karena Shalat adalah KEWAJIBAN AGAMA. Setiap muslim, ikhlas atau pun riya’, rela atau pun terpaksa, tetap WAJIB mendirikan Shalat.
Dan Shalat adalah BENTENG dari segala perbuatan KEJI dan MUNKAR, termasuk riya’, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. 29 Al-‘Ankabuut ayat 45.
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Justru : Shalat adalah OBAT HATI yang bisa menyembuhkan dan menghilangkan penyakit hati seperti riya’ dan ‘ujub. Bagaimana penyakit hati bisa sembuh tanpa mendirikan Shalat?!
2. PROPAGANDA JILBAB
“Lebih baik tidak pakai JILBAB, tapi hatinya baik, daripada pakai Jilbab tapi hatinya busuk.”
TARGET :
Kalimat ini bertujuan untuk membenarkan pelepasan Jilbab dengan “dalih” yang penting hatinya baik.
JAWAB :
Jilbab adalah KEWAJIBAN AGAMA, baik si pemakai berhati baik mau pun buruk, maka Jilbab tetap WAJIB dikenakan oleh para Wanita Muslimah sesuai dengan ketentuan Syariat, sebagaimana firman Allah Swt dalam QS.33.Al-Ahzaab ayat 59.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Justru : Jilbab juga termasuk OBAT HATI yang akan ikut merangsang penyembuhan penyakit hati, sekaligus identitas muslimah yang jadi benteng dari segala gangguan.
Karenanya, lebih baik memakai jilbab dan berhati baik, daripada berhati baik tanpa jilbab, apalagi berhati busuk tanpa jilbab.
3. PROPAGANDA KEPEMIMPINAN
“Lebih baik PEMIMPIN KAFIR asal jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, daripada PEMIMPIN MUSLIM yang khianat, jahat, bejat, bodoh dan pemalas.”
TARGET :
Kalimat ini bertujuan untuk membolehkan orang Kafir memimpin umat Islam di wilayah mayoritas muslim.
JAWAB :
Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta Al-Ijma’ bahwasanya Orang Kafir HARAM memimpin umat Islam di negeri Islam atau di wilayah mayoritas muslim.
Kepemimpinan dalam pandangan Al-Qur’an bukan sekadar kontrak sosial antara sang pemimpin dengan masyarakatnya, tetapi merupakan ikatan perjanjian antara dia dengan Allah SWT, sebagaimana termaktub dalam Q. S. Al-Baqarah 2: 124.
وَ إِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيْمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِيْن
“Dan (ingatlah) tatkala telah diuji Ibrahim oleh TuhanNya dengan beberapa kalimat, maka telah dipenuhinya semuanya. Diapun berfirman : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan engkau Imam bagi manusia. Dia berkata : Dan juga dari antara anak-cucuku. Berfirman Dia : Tidaklah akan mencapai perjanjianKu itu kepada orang-orang yang zalim.”
Karenanya, lebih baik Pemimpin Muslim yang jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, daripada Pemimpin Kafir yang jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, apalagi Pemimpin Kafir yang khianat, jahat, bejat, bodoh dan pemalas.
4. PROPAGANDA POLITIK
“Islam itu suci dan Ulama itu mulia, sedang POLITIK kotor. Karenanya, jangan bawa Islam dan Ulama ke dalam politik.”
TARGET :
Kalimat ini bertujuan untuk menjauhkan Islam dan Ulama dari politik agar para Politisi Durjana bebas dan leluasa mengatur Negara dan Bangsa sesuai “Syahwat Syaithooniyyah”-nya.
JAWAB :
Islam itu suci dan Ulama itu mulia, sedang politik (سياسي) itu PENTING untuk mengurus negara dan bangsa. Karenanya, hanya Islam yang suci dan Ulama mulia yang boleh masuk ke dalam politik agar tidak dikotori oleh para Politisi Durjana.
Karenanya, Islam menjadikan Kekhilafahan menjadi salah satu Bab penting dalam Fiqih Islam. Dan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersama Khulafa RasyidinrhadhiAllaahu ‘anhum, telah mempraktekkan POLITIK ISLAM yang benar lagi bersih untuk menjadi suri tauladan bagi segenap umat Islam.
5. PROPAGANDA TATHBIQ SYARIAH
“SYARIAT ISLAM adalah aturan hukum yang bagus, saat diterapkan di zaman Generasi Terbaik “Shahabat”, maka hasilnya bagus. Sedang zaman sekarang generasi umat Islam sangat lemah dan tidak bagus, sehingga tak mampu jalankan Syariah yang begitu paripurna. Karenanya, umat Islam saat ini jangan sibuk dengan perjuangan TATHBIQ SYARIAH (peneratapan syariah) dulu, tapi harus fokus kepada perbaikan diri sendiri dulu.”
TARGET :
Kalimat ini bertujuan agar umat Islam tidak lagi menperjuangkan Tathbiq Syariah dengan “dalih” memperbaiki diri dulu.
JAWAB :
Syariat Islam adalah aturan hukum yang bagus, dan selalu oleh para Shahabat, sehingga menjadi Generasi Terbaik.
Nah, generasi zaman sekarang yang lemah dan kurang bagus, justru karena tidak jalankan Syariat Islam dengan baik.
Karenanya, generasi sekarang wajib mencontoh para Shahabat dalam menjalankan Syariah yang begitu paripurna, sehingga bisa menjadi generasi yang bagus juga.
INGAT : Dahulu para Shahabat sebelum masuk Islam merupakan Generasi Jahiliyah yang buruk, lalu masuk Islam dan menjalankan Syariah Islam, sehingga menjadi Generasi Terbaik sebagaimana dipuji oleh Allah Swt dalam Q.S. Aali ‘Imraan 3 ayat 110.
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”
Kesimpulannya, siapa yang ingin menjadi Generasi Terbaik, maka wajib perjuangkan Tathbiq Syariah, karena Syariah lah yang mampu mengubah pribadi dan masyarakat menjadi Generasi Terbaik.
Hasbunallaahu Wa Ni’mal Wakiil, Ni’mal Maulaa wa ni'man nashir.
Kamis, 13 Oktober 2016
13 Muharram 1438 H
Dengan mengingat Allah hati akan merasa tenang
Dengan Shalat juga akan membuat hati temaang, karena di waktu shalat kita mengingat Allah
Berdzikir kita juga mengingat Allah.
Bersedekah dan berbuat baik maka kita akan lebih dekat dengN Allah.
12 Muharram 1438 H
* Hari ini lebih baik dari hari yang kemarin maka kamu beruntung
* Hari ini sama dengan hari yang kemarin maka kamu merugi
*Hari ini lebih jelek dibandingkan kemarin maka kamu celaka.
Hari ini saya merasa lebih jelek dibandingkan kemarin. Puasa sunnah yang gagal, nulis terlambat, shalat sunnah yang masih sering dilalaikan.
Apakah saya masih bersungguh-sungguh untuk menjadi muslimah yang baik? yang lebih taat, lebih banyak beribadah,,,
Hari ini saya hanya dapat banyak beristigfhar, dan berdzikir untuk menghilangkan rasa tidak nyaman dalam hati, rasa bersalah akan dosa,,,
Dan saya juga bersyukur masih diberikan waktu untuk bertaubat, berdzikir, saya mengetahui segala kesalahan saya dan mau memperbaikinya.
Saya mau menghapus dosa-dosa yang telah saya perbuat sengaja atau tidaknya,,,
Selasa, 11 Oktober 2016
11 Muharram 1438H
Bukanlah suatu hal yg membanggakan jika kalah dengan diri sendiri.
Hidup memang perlu banyak latihan agar terus lebih baik untuk hari esok
Senin, 10 Oktober 2016
10 Muharram 1438 H
7 Misteri Rezeki
1. Rezeki kadang wujudnya berupa masalah. Kalau kita tabah, kelak akan terkuak segala hikmah dan berkah. Subhanallah, indah!
2. Bukan karena optimis, kita melangkah. Tapi karena kita melangkah, insya Allah jadinya optimis. Dibalik caranya.
3. Ada uang atau nggak ada uang, mestinya kita tetap yakin. Ini namanya iman.
4. Jangan sampai begini >> Punya uang, terus yakin. Kalau nggak punya uang, terus nggak yakin. Berarti uanglah yang jadi Tuhan.
5. Gak punya uang? Mestinya tetap yakin bisa buka usaha, bisa menikah, bisa berumrah dll. Yakin dulu, niat dulu, doa dulu.
6. Bayangkan kalau rezeki itu serba pasti semua, apa masih mau manusia berikhtiar sungguh-sungguh? Tentu tidak. Jadinya malas, menunggu saja.
7. Ketidak-pastian dalam rezeki (jumlahnya, kapannya, dari mananya dll) membuat manusia optimal ikhtiar.
Jangan di SHARE, jika dirasa tak bermanfaat