Selasa, 06 Desember 2016

Dialog dengan Tuhan

*DIALOG ALLAH SWT*
                *_dengan_*
            *HAMBANYA*

*Allah SWT :* ```Hambaku, bangunlah ! Lakukan Shalat Malam 11 Rakaat !```

*Hamba :*
_Illahi, aku lelah, tidak sanggup rasanya._

*Allah SWT :* ```Hambaku, lakukan 2 rakaat saja dan 1 rakaat witir saja!```

*Hamba :*
_Illahi, aku lelah dan rasanya sulit bagiku untuk bangun di tengah malam._

*Allah SWT:* ```Hambaku shalat witir saja..```

*Hamba :*
_Illahi......., hari ini capek sekali, apa tidak ada cara lain...._

*Allah SWT:* ```Hambaku, wudhulah sebelum tidur lalu menatap ke langit katakan Ya, Allah....```

*Hamba :*
_Illahi, aku sudah ngantuk kalau aku bangun nanti ngantuknya hilang._

*Allah SWT :* ```hambaku, tayammum saja ditempat tidur mu dan katakan Ya, Allah 3x...```

*Hamba :*
_Illahi, udara terasa dingin sekali, aku tak sanggup mengeluarkan tanganku dari dalam selimut._

*Allah SWT :* ```Hambaku, kalau begitu sebut saja dalam hati ya Allah dan akan kami hitung itu sebagai Shalat malam...```

_Sampai disini si hamba sudah tidak peduli karena tertidur pulas._

*Allah SWT :* ```Lihatlah wahai Malaikatku, bagaimana telah AKU mudahkan semua baginya, akan tetapi dia pergi dariku dan tidur tanpa meninggalkan apapun.
Bila datang waktu Shubuh bangunkan dia agar dia bermunajat padaKU, Karena AKU merindukan suaranya...```

*Malaikat :*
*_Ya Illahi, telah kami bangunkan dia tapi dia kembali tidur._*

*Allah SWT :* ```Bisikkan di telinganya bahwa AKU menantinya...```

*Malaikat :*
*_Illahi, dia tetap tidur._*

*Allah SWT  :*" ```katakan, sudah Adzan sebentar lagi Matahari terbit. Bangunlah sebelum habis waktu Shubuh...```

*Malaikat :*
*_Illahi, apa Engkau tidak ingin marah padanya.... ?_*

*Allah SWT :* ```Hambaku tidak memiliki siapapun selain Aku, semoga suatu saat dia bertobat...., ketika engkau Shalat AKU menyimak dan memandangmu, seakan AKU tidak memiliki hamba selainmu.....
Namun engkau lalai seakan kau memiliki ratusan Tuhan...```

🕌 *Betapa Penyayangnya Engkau Ya Roob....*

🕌 *Betapa Pengampunnya Engkau Ya Allah SWT.........*

🕌 *Betapa Agungnya Engkau Ya Ilahi,Roob....*

🕌 *Ampuni kami hambaMu yang lemah serta dhoif ini.*
_(Penjabaran dari QS. Al-ì Muzzamil ayat 1-7 )_

*MASYAA ALLAH....*

Minggu, 23 Oktober 2016

15 Muharram 1428 H



Taubat Sepanjang Dosa

Ada banyak kebaikan yang bisa kita lakukan, dan setiap kebaikan adalah shodaqah. Mengucapkan perkataan yang baik, menyingkirkan gangguan di jalan, berinfaq, ngaji, sholat, dan seabreg kebaikan yang jika dilaksanakan dengan niat ikhlas dan tatacaranya sesuai dengan tuntunan Rasul, tentu akan bernilai di sisi-Nya. SubhanaLlah... begitu mudahnya kita menabung pahala untuk hari depan.

Di sisi lain. Ada kebaikan, tentu ada keburukan. Berbentuk dosa kecil dan dosa besar... yang mungkin di antara kita pernah melakukannya. Sekecil apapun dosa, ia akan menorehkan titik hitam di hati kita, yang jika terkumpul terus, akan mengeraskan hati dan menghalangi hidayah serta mencegah diri dari berbuat kebaikan. Dan untuk membersihkannya, Allah mengizinkan kita untuk bertaubat.

Taubat artinya kembali dari dosa. Dan taubat wajib segera dikerjakan dari segala dosa, sebagaimana firman Allah, "Bertaubatlah kamu sekalian kepada-Ku, wahai orang-orang yang beriman agar kamu sekalian beruntung" (Q.S. An-Nur:31)

Pernahkah ukhti fiLlah mendengar kisah seorang wanita zaman RasuluLlah yang bertaubat dari zina dan minta dihukum di dunia? Begitu besar rasa penyesalannya, dan begitu cintanya ia dengan kesucian dari dosa, sehingga ia berani meminta rajam kepada RasuluLlah. Ya, rajam, sebuah bentuk penebus dosa bagi pelaku zina.

Sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits Shahih yang dikeluarkan Imam Muslim, bahwa Buraidah menuturkan, "Seorang wanita yang disebut Al-Ghamidziyah datang menemui RasuluLlah, dan ia berkata, "Wahai RasuluLlah,aku telah berzina, sucikanlah aku!" Tapi RasuluLlah menolak pengakuannya itu.

Keesokan harinya, ia datang kembali kepada RasuluLlah seraya berkata, "Wahai RasuluLlah, mengapa Anda menolak pengakuanku? Apakah Anda menolakku sebagaimana menolak pengakuan Ma'iz**? Demi Allah, saat ini aku sedang
hamil." RasuluLlah mengatakan, "Baiklah, kalau begitu kamu pergilah dulu sampai kamu melahirkan anakmu"

Seusai melahirkan, wanita itu kembali menghadap RasuluLlah sambil menggendong bayinya itu dalam selembar kain seraya melapor, "Inilah bayi yang telah aku lahirkan". Beliau bersabda, "Susuilah bayi ini hingga disapih".

Setelah disapih, wanita tersebut kembali menghadap beliau dengan membawa bayinya yang di tangannya memegang sekerat roti. Ia berkata, "Wahai Nabi, aku telah menyapihnya. Ia sudah bisa makan makanan"

Akhirnya, RasuluLlah pun mempercayai pengakuan wanita itu, lalu menyerahkan anak itu kepada seorang pria dari kalangan ummat Islam, dan kemudian beliau memerintahkan agar menggali lubang sampai di atas dada, lalu
memerintahkan orang-orang untuk merajam wanita tersebut. Saat itu Khalid bin Walid membawa batu di tangannya lantas melemparkannya ke arah kepala wanita itu hingga darahnya memuncrat mengenai wajah Khalid. Khalid pun memaki wanita itu. Akan tetapi RasuluLlah mengatakan,
"Sabar wahai Khalid! Demi Dzat yang jiwaku ada di tangannya, sungguh dia telah bertaubat dengan taubat yang
seandainya dilakukan oleh seorang pemungut cukai (pajak), niscaya ia akan diampuni."

Dan dalam riwayat yang lain, ketika RasuluLlah menshalatkan wanita Al-Ghamidziyah ini, Ummar bin Khathab terheran,
"Engkau menshalatinya, wahai RasuluLlah? Padahal ia telah berzina." RasuluLlah menjawab,
"Ia telah bertaubat dengan taubat yang sekiranya dibagikan kepada 70 penduduk Madinah, niscaya mencukupinya.
Apakah engkau menemukan taubat yang lebih baik daripada orang yang menyerahkan jiwanya kepada Allah?"
(H.R. Muslim, XI/347)

Demikianlah Ukhti fiLlah...
mengakui perbuatan dosa kepada Allah tentu sangat mempermalukan diri kita, mencemarkan nama baik keluarga, dan bisa jadi menuai celaan semua zaman. Akan tetapi, cobalah kita renungkan kisah wanita ini... Meskipun sebenarnya dengan dosanya itu -dosa besar tapi tidak diketahui orang lain-, ia hanya berkewajiban untuk minta ampun kepada Allah
dan bertekad tidak mengulanginya lagi, akan tetapi dengan semangat malu kepada Allah yang besar, wanita tersebut sangat ingin mengaku dan minta hukuman dari RasuluLlah agar ia nanti bebas dari api neraka, karena zina adalah salah satu dari tujuh dosa besar yang dilaknat Allah.

Cobalah kita bandingkan dengan keadaan sekarang, subhanaLlah... jauh sekali bedanya. Jangankan minta dihukum, melakukan dosa secara terang-terangan sudah menjadi kebiasaan manusia zaman sekarang. Contohnya saja, pacaran - sebagai pendahuluan zina- sudah menjadi gaya hidup sebagian besar orang. Tak ada malu, tak ada ragu, mereka berdalih 'as modern life style'. Padahal, jika akal berjalan di depan nafsu, maka kita bisa ikuti kisah-kisah orang shalih zaman dahulu untuk menuai bahagia, di dunia dan akhirat, insya'Allah. Berat memang di dunia, tapi hasil akhirnya akan manis. Sungguh, sungguh manis...

Ukhti fiLlah, berhati-hatilah...
dengan membaca, mentadabburi (merenungkan), dan mengikuti jalan yang lurus, insya'Allah kita bisa terhindar dari gelapnya lorong pergaulan tanpa batas dan incaran syaithan yang bersekutu dengan hawa nafsu.
Semoga Allah memberi kebaikan kepadamu dan kepadaku, dan menghindarkan kita dari dosa-dosa demikian...

Senin, 17 Oktober 2016

14 Muharram 1438 H

😉Inilah arti abjad A sd Z :

A llah

B eri kita hidup

C uma seketika

D i dunia ini...

E lok kita muhasabah

F ikir akan akhir hayat

G erbang akhirat pun

H ampir tiba

I nilah hakikat hidup

J anji Allah itu pasti

K alimat syahadat

L ailaha Illallah

MuhammadurRasulullah

N ak di ucap tak pasti

O rang muda atau tua

P asti merasakan mati

Q ualiti Iman jaminan syurga

R asulullah s.a.w sabda :

S iapa ucap jaminannya syurga

T api..jika gagal...

U ntuk mereka adalah neraka

V isi kita adalah akhirat

W alaupun dunia didepan kita

Y ang pasti semua akan tinggal...

Z alimnya kita jika tak ada Iman dan Amal.

Jangan disimpan utk diri sndiri tapi bagikan kepada orang lain

Sabtu, 15 Oktober 2016

Waspadai 5 Langkah Liberalisasi Agama Islam

Kaum Sepilis (sekuler, pluralis, dan liberalis) telah gencar menyebarkan propaganda yang nampak Islami. Berikut aneka PROPAGANDA LIBERAL dan jawaban kontra-logika sesat terkait.

1. PROPAGANDA SHALAT

“Buat apa SHALAT kalau riya’ tidak ikhlas, karena tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lebih baik bersihkan hati dulu, nanti kalau sudah ikhlas tidak riya’, maka baru Shalat agar diterima oleh Allah SWT.”

TARGET :
Kalimat ini bertujuan untuk pembenaran meninggalkan Shalat dengan “dalih” pembersihan hati dulu.

JAWAB :
Wajib Shalat walau masih riya’ belum ikhlas, karena Shalat adalah KEWAJIBAN AGAMA. Setiap muslim, ikhlas atau pun riya’, rela atau pun terpaksa, tetap WAJIB mendirikan Shalat.

Dan Shalat adalah BENTENG dari segala perbuatan KEJI dan MUNKAR, termasuk riya’, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. 29 Al-‘Ankabuut ayat 45.

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Justru : Shalat adalah OBAT HATI yang bisa menyembuhkan dan menghilangkan penyakit hati seperti riya’ dan ‘ujub. Bagaimana penyakit hati bisa sembuh tanpa mendirikan Shalat?!

2. PROPAGANDA JILBAB

“Lebih baik tidak pakai JILBAB, tapi hatinya baik, daripada pakai Jilbab tapi hatinya busuk.”

TARGET :
Kalimat ini bertujuan untuk membenarkan pelepasan Jilbab dengan “dalih” yang penting hatinya baik.

JAWAB :
Jilbab adalah KEWAJIBAN AGAMA, baik si pemakai berhati baik mau pun buruk, maka Jilbab tetap WAJIB dikenakan oleh para Wanita Muslimah sesuai dengan ketentuan Syariat, sebagaimana firman Allah Swt dalam QS.33.Al-Ahzaab ayat 59.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Justru : Jilbab juga termasuk OBAT HATI yang akan ikut merangsang penyembuhan penyakit hati, sekaligus identitas muslimah yang jadi benteng dari segala gangguan.

Karenanya, lebih baik memakai jilbab dan berhati baik, daripada berhati baik tanpa jilbab, apalagi berhati busuk tanpa jilbab.

3. PROPAGANDA KEPEMIMPINAN

“Lebih baik PEMIMPIN KAFIR asal jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, daripada PEMIMPIN MUSLIM yang khianat, jahat, bejat, bodoh dan pemalas.”

TARGET :
Kalimat ini bertujuan untuk membolehkan orang Kafir memimpin umat Islam di wilayah mayoritas muslim.

JAWAB :
Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta Al-Ijma’ bahwasanya Orang Kafir HARAM memimpin umat Islam di negeri Islam atau di wilayah mayoritas muslim.

Kepemimpinan dalam pandangan Al-Qur’an bukan sekadar kontrak sosial antara sang pemimpin dengan masyarakatnya, tetapi merupakan ikatan perjanjian antara dia dengan Allah SWT, sebagaimana termaktub dalam Q. S. Al-Baqarah 2: 124.

وَ إِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيْمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِيْن

“Dan (ingatlah) tatkala telah di­uji Ibrahim oleh TuhanNya dengan beberapa kalimat, maka telah dipenuhinya semuanya. Diapun berfirman : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan engkau Imam bagi manusia. Dia berkata : Dan juga dari antara anak-cucuku. Berfirman Dia : Tidaklah akan mencapai perjanjianKu itu kepada orang-orang yang zalim.”

Karenanya, lebih baik Pemimpin Muslim yang jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, daripada Pemimpin Kafir yang jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, apalagi Pemimpin Kafir yang khianat, jahat, bejat, bodoh dan pemalas.

4. PROPAGANDA POLITIK

“Islam itu suci dan Ulama itu mulia, sedang POLITIK kotor. Karenanya, jangan bawa Islam dan Ulama ke dalam politik.”

TARGET :
Kalimat ini bertujuan untuk menjauhkan Islam dan Ulama dari politik agar para Politisi Durjana bebas dan leluasa mengatur Negara dan Bangsa sesuai “Syahwat Syaithooniyyah”-nya.

JAWAB :
Islam itu suci dan Ulama itu mulia, sedang politik (سياسي) itu PENTING untuk mengurus negara dan bangsa. Karenanya, hanya Islam yang suci dan Ulama mulia yang boleh masuk ke dalam politik agar tidak dikotori oleh para Politisi Durjana.

Karenanya, Islam menjadikan Kekhilafahan menjadi salah satu Bab penting dalam Fiqih Islam. Dan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersama Khulafa RasyidinrhadhiAllaahu ‘anhum, telah mempraktekkan POLITIK ISLAM yang benar lagi bersih untuk menjadi suri tauladan bagi segenap umat Islam.

5. PROPAGANDA TATHBIQ SYARIAH

“SYARIAT ISLAM adalah aturan hukum yang bagus, saat diterapkan di zaman Generasi Terbaik “Shahabat”, maka hasilnya bagus. Sedang zaman sekarang generasi umat Islam sangat lemah dan tidak bagus, sehingga tak mampu jalankan Syariah yang begitu paripurna. Karenanya, umat Islam saat ini jangan sibuk dengan perjuangan TATHBIQ SYARIAH (peneratapan syariah) dulu, tapi harus fokus kepada perbaikan diri sendiri dulu.”

TARGET :
Kalimat ini bertujuan agar umat Islam tidak lagi menperjuangkan Tathbiq Syariah dengan “dalih” memperbaiki diri dulu.

JAWAB :
Syariat Islam adalah aturan hukum yang bagus, dan selalu    oleh para Shahabat, sehingga menjadi Generasi Terbaik.

Nah, generasi zaman sekarang yang lemah dan kurang bagus, justru karena tidak jalankan Syariat Islam dengan baik.

Karenanya, generasi sekarang wajib mencontoh para Shahabat dalam menjalankan Syariah yang begitu paripurna, sehingga bisa menjadi generasi yang bagus juga.

INGAT : Dahulu para Shahabat sebelum masuk Islam merupakan Generasi Jahiliyah yang buruk, lalu masuk Islam dan menjalankan Syariah Islam, sehingga menjadi Generasi Terbaik sebagaimana dipuji oleh Allah Swt dalam Q.S. Aali ‘Imraan 3 ayat 110.

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Kesimpulannya, siapa yang ingin menjadi Generasi Terbaik, maka wajib perjuangkan Tathbiq Syariah, karena Syariah lah yang mampu mengubah pribadi dan masyarakat menjadi Generasi Terbaik.

Hasbunallaahu Wa Ni’mal Wakiil, Ni’mal Maulaa wa ni'man nashir.

Kamis, 13 Oktober 2016

13 Muharram 1438 H

Dengan mengingat Allah hati akan merasa tenang

Dengan Shalat juga akan membuat hati temaang, karena di waktu shalat kita mengingat Allah

Berdzikir kita juga mengingat Allah.

Bersedekah dan berbuat baik maka kita akan lebih dekat dengN Allah.

12 Muharram 1438 H

* Hari ini lebih baik dari hari yang kemarin maka kamu beruntung

* Hari ini sama dengan hari yang kemarin maka kamu merugi

*Hari ini lebih jelek dibandingkan kemarin maka kamu celaka.

Hari ini saya merasa lebih jelek dibandingkan kemarin. Puasa sunnah yang gagal, nulis terlambat, shalat sunnah yang masih sering dilalaikan.

Apakah saya masih bersungguh-sungguh untuk menjadi muslimah yang baik? yang lebih taat, lebih banyak beribadah,,,

Hari ini saya hanya dapat banyak beristigfhar, dan berdzikir untuk menghilangkan rasa tidak nyaman dalam hati, rasa bersalah akan dosa,,,
Dan saya juga bersyukur masih diberikan waktu untuk bertaubat, berdzikir, saya mengetahui segala kesalahan saya dan mau memperbaikinya.
Saya mau menghapus dosa-dosa yang telah saya perbuat sengaja atau tidaknya,,,

Selasa, 11 Oktober 2016

11 Muharram 1438H

Bukanlah suatu hal yg membanggakan jika kalah dengan diri sendiri.
Hidup memang perlu banyak latihan agar terus lebih baik untuk hari esok